Kamis, 17 Februari 2011

“Nesu”, Album Baru Something Wrong


Personil lengkap grup band hardcore Yogyakarta Something Wrong saat peluncuran album baru "Nesu" di Cottage JNM, Senin (20/12). Mereka dari kiri ke kanan Seto (drum), Kucing (Vokal). Sutik (gitar, bass), Hendi (gitar, rythem) dan Trek (Gitar, lead gitar).
Grup band hardcore Yogyakarta Something Wrong  meluncurkan album baru mereka dengan judul “NESU” atau “Negoro Edan Sengsoro Uripe”.
Album “NESU” ini merupakan album ketiga dari band Something Wrong setelah album pertama, “Demo 99” tahun 2000 dan Maret 2003 dengan album kedua “Get off My Back”.
Grup Something Wrong yang terdiri dari Kucing (lead vocal dan additional lead gitar), Hendi (rhythm guitar, backing vocal), Trek (lead gitar, backing vocal), Sutik (bass gitar, backing vocal) dan Seno (drum).
Menurut Sutik proses rekaman album “NESU” ini sudah dimulai tahun 2005 yang lalu. Pertengahan tahun 2006 berhenti rekaman karena terjadi gempa bumi di Yogyakarta hingga satu tahun. Hal ini terjadi karena kesibukan masing-masing anggota Something Wrong.

Setelah vakum satu setengah tahun, personil Something Wrong mulai bisa berkumpul untuk mengumpulkan energi melanjutkan rekaman. “Hingga masuk gitaris baru, Trek pada Juni 2008 yang memberikan warna baru pada musik oldschool hardcore Something Wrong yaitu munculnya warna metal,” kata Sutik, Senin (20/12) saat peluncuran album “NESU” di Cottage JNM.
Album “Nesu” berisi 12 lagu dan tambahan intro dan outro di awal dan akhir album dengan 10 lagu baru dan dua lagu lama yang diambil dari album pertama dan kedua. Bagian intro dan outro album ini berisi tembang Pangkur Ngrinasmara yang diciptakan Sunan Kalijaga.
“Pangkur Ngrinasmara ini tembang Jawa yang berisi petunjuk, petuah, nasehat untuk menjalani kehidupan di dunia ini,” kata Sutik. Tembang Pangkur Ngrinasmara ini ditembangkan Titik Suryati.
10 lagu baru itu antara lain Satpol Keple, Ra Urusan, Akeh Tunggale dan Sakarepmu. Beberapa lagu dalam album “Nesu” ini berkolaborasi dengan musisi Yogyakarta seperti Heru aka Papati (Shaggydog/Dubyouth), Raymond (Shaggydog), Pandu (Brutal Corpse) serta Yowie.
Vokalis Something Wrong, Kucing menerangkan konsep album “Nesu” menggunakan bahasa Jawa. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan bahasa Jawa kepada masyarakat lebih luar lagi. Misalnya kepada masyarakat Sumatra dan pulau lainnya yang akan menjadi daerah distribusi album baru ini.
Album Nesu ini diakui memang banyak menghadirkan kata-kata mengumpat dalam bahasa Jawa sehingga terdengar sebagai kata-kata kasar. Tapi hal itu memang sudah menjadi keinginan dari awal Something Wrong untuk menjadi band hardcore dengan lirik bahasa Jawa.
“Seluruhnya bahasa Jawa, bahasa khasnya Jogja, bahasanya anak muda Jogja. Mungkin terlalu kasar orang Jogja tapi begitulah kami, mewakili anak-anak muda Jogja,” kata Kucing.
Kami tidak dipengaruhi oleh siapapun. Tapi itulah kami,” tandas Kucing.
Album “Nesu” yang banyak menyampaikan pesan tentang kritik sosial, hubungan antarmanusia, perdamaian ini dihadirkan dalam bentuk boxset yang didesain secar eksklusif baik dari bahan untuk box, artwork dan isinya. Something Wrong menciptakan boxset ini sebanyak 1000 boxset dengan harga jual 1 boxset sebesar Rp.150.000,00. (Jogjanews.com/joe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar